Senin, 16 September 2013

Harapan, Mimpi, dan Cita-cita

Hari ini gue psikotes di salah satu BUMN yang berlokasi di Bandung. Salah satu tahapan tesnya adalah mengarang cerita tentang BUMN tersebut di masa yang akan datang. Mungkin tahapan ini terlihat sepele tetapi sebenarnya memiliki makna yang mendalam. 
Berbicara tentang masa yang akan datang, maka kita berbicara tentang harapan, mimpi, dan cita-cita. Menurut gue mimpi dan cita-cita itu punya makna yang sama, yaitu target di masa yang akan datang. Untuk mewujudkannya, maka kita selalu berharap bahwa mimpi tersebut akan terkabul. Harapan ini janganlah harapan kosong tetapi memang diisi dengan cara kita mencapainya ataupun berdoa yang banyak.
Gue kebetulan menemukan gambar ini di salah satu blog orang, di sini kita bisa menganalogikan bahwa kita tiang lampu tersebut. Langit tersebut terlihat sangat dekat padahal sebetulnya jauh dan di situ ada lafadz Allah SWT. Gue merasa bahwa gambar itu gambaran dari harapan, mimpi, dan cita-cita kita. Mimpi itu memang sulit dicapai (ya ialah), makanya orang sering ngomong kalo punya mimpi itu setinggi langit. Tapi lihat gambar itu, seiring berjalannya waktu dengan harapan yang diterjemahkan ke dalam suatu action yang nyata dan berdoa terus kepada Allah SWT, langit yang setinggi itu bisa terlihat dekat di mata. Itu menggambarkan bahwa segala sesuatu itu ga ada yang mustahil. Gue bisa menjadi apa yang gue inginkan asal gue mau dan berusaha. Yu ah, mumpung kita masih muda, ada bagusnya kita selalu mensyukuri apa yang kita punya saat ini tapi selalu berusaha untuk mendapatkan yang lebih baik tapi jangan lupa juga bahwa kita diciptakan di dunia bukan hidup sendiri tapi kita bisa bermanfaat buat banyak orang. :)

Sabtu, 14 September 2013

1 Pintu 2 Tangga

Sempit, itu yang gue rasa saat ini. Segala beban serasa ada di pundak gue. Segala pilihan ada di depan mata gue. Baru sekarang gue merasa bahwa memilih pilihan itu sulit. Nanya sana nanya sini, jawabannya beda-beda.

Gue baru lulus kuliah taun ini, kerja di salah satu kantor akuntan publik lokal. Kerjaannya asik, temen-temennya rame (seumuran gitu), kompak (nyari kerjaan bareng-bareng ^^), ya intinya serulah. Setelah perjuangan menjadi job seeker, akhirnya (alhamdulillah) lolos juga, tapi belum offering letter sampai saat ini, yang jadi masalah ketika gue nunggu, 2 kerjaan yang notabene beda bidang tapi sama prestisiusnya manggil gue dan udah mulai memasuki tahap akhir. Saat itu juga gue merasa, upaya & kerja keras yang selama ini gue lakukan di kampus, terbayar juga cuma ternyata buat memilih masa depan yang terbaik buat gue itu susah juga. Bingung bingung bingung, itu yang gue pikirkan kemarin-kemarin sampai gue berada di titik "kenapa gue harus bingung?" life is simple, pilih yang memang gue suka dan memang menguntungkan buat gue di masa depan BUKAN kata orang. Kalo gue pikir-pikir, kenapa juga gue bingung dan membebani otak gue yang imut ini. Hehehe, just enjoying life, ketika gue udah usaha disertai doa, gue yakin apa yang gue pilih nanti itulah mungkin yang terbaik buat gue. Ibaratnya ada 1 pintu tapi buat mencapainya ada 2 tangga (dipisahin pager), ya yang mana aja jalan yang dipilih, yang penting gue bisa memaksimalkan potensi gue dan mencapai pintu kesuksesan gue.